Situs-situs Bersejarah di Trowulan Mojokerto
![]() |
| Peta destinasi wisata candi di Trowulan Mojokerto |
Situs purbakala banyak tersebar di daerah Trowulan, Mojokerto. Diantaranya terdapat Candi Bajang Ratu, Candi Tikus, Candi Brahu, Candi Kedaton, Gapura Wringin Lawang, Kolam Segaran, Pendopo Majapahit (petilasan Gajahmada), Museum Trowulan, Makam Putri Cempa, Makam Troloyo (makam Syeikh Jumadil Qubro, kakek Wali Songo) dan masih banyak lagi. Kebanyakan situs-situs di Trowulan telah dipugar untuk menjaga keindahannya. Seperti Candi Bajang Ratu yang dipugar Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP-3) Jawa Timur mulai tahun 1989 hingga tahun 1992. Candi Bajang Ratu yang berkaitan dengan penobatan Jayanegara sebagai ratu saat masih “bajang” (kecil) itu tampak indah dengan paduan taman bunga warna-warni seluas 11.500 meter persegi dengan jalan masuk yang cukup luas.
![]() |
| Candi Bajang Ratu |
Hal yang sama juga terlihat di Candi Brahu yang terletak di desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Mojokerto. Candi Brahu merupakan lokasi Ngaben (pembakaran mayat) era kerajaan Majapahit. Di antara sejumlah situs di Trowulan Mojokerto, bentuk Candi Kedaton yang terletak di Dusun Kedaton, Desa Sentonorejo, Trowulan Mojokerto merupakan situs yang masih belum terungkap. Sampai sekarang, para arkeolog belum menemukan format dari situs Kedaton yang juga memiliki sumur upas. Namun, beberapa bentuk bangunan situs itu diperkirakan berbentuk empat bangunan yang merupakan bentuk candi dengan sumur upas, makam Islam, mulut gua dan lorong rahasia.
![]() |
| Candi Brahu |
Adanya candi yang berbentuk datar diduga merupakan ruang pertemuan dengan di sudut selatannya terdapat makam, sedangkan dari bentuk gua diduga sebagai tempat semedi (pertapaan) dan lorong rahasia diduga untuk ruang pelarian. Penggalian situs Kedaton yang dilakukan sejak 1996 itu memang belum selesai hingga sekarang, karena para arkeolog masih mencari keterkaitan dari empat bentuk bangunan yang ada. Yang jelas, penggalian sudah mencapai kedalaman 80 sentimeter di bawah permukaan tanah, sehingga diduga merupakan lorong rahasia yang menghubungkan kerajaan Majapahit dengan kerajaan lainnya.
![]() |
| Situs Kedaton |
Terdapat juga Pendopo Majapahit yang berjarak tidak jauh dari Situs Kedaton di Desa Sentonorejo tersebut. Pendopo Majapahit itu diyakini merupakan pusat kerajaan Majapahit dengan dugaan luasnya yang mencapai besaran kilometer, terbentang ke barat, timur, selatan dan utara dari pendopo. Di belakang pendopo, ada batu miring yang merupakan tempat Gajahmada membaca ikrar “Sumpah Palapa”, kemudian di belakangnya merupakan tempat pertapaan, dan makam Raden Wijaya.
![]() |
| Pendopo Agung |
Selain itu, ada Candi Tikus yang terletak di dusun Dinuk, Desa Temon, kecamatan Trowulan, Mojokerto. Demikian juga dengan Candi Bajang Ratu dan Candi Brahu yang tampak utuh setelah dibenahi. Disebut Candi Tikus, karena saat digali banyak tikus yang keluar. Tetapi candi itu akhirnya ditemukan bentuknya sebagai tempat pemandian putrid kerajaan yang disebut dinuk (kesayangan). Candi dengan kedalaman 80 hingga 100 centimeter di bawah permukaan tanah itu berbentuk bujursangkar 22,5 meter x 22,5 meter yang candi-nya mirip Gunung Mahameru di India.
![]() |
| Candi Tikus |







Tidak ada komentar untuk "Situs-situs Bersejarah di Trowulan Mojokerto"
Posting Komentar