Sejarah Singkat Kerajaan Majapahit


Kerajaan Majapahit merupakan aset budaya dan berbangsa yang amat penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Kerajaan ini telah dianggap sebagai salah satu dari dua kerajaan besar yang pernah menguasai Kepulauan Nusantara. Lebih dari itu, berbagai pencapaian budaya masyarakat Majapahit telah diserap sebagai ilham maupun model bagi penataan kehidupan berbangsa dan negara dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. Bukti-bukti kebesaran Kerajaan Majapahit dapat ditemukan hingga saat ini berupa monument dan artefak-artefak seperti gapura, candi, petirtaan, pola kota, kanal, mata uang, peralatan rumah, struktur pondasi, dll. Pesebaran artefak-artefak ini diketemukan di beberapa kecamatan di Kabupaten Mojokerto dan Jombang. Situs utama terletak di Kecamatan Trowulan. Berdasarkan hasil beberapa penelitian Arkeologi di daerah ini, ditemukan berbagai bukti peradaban yang membentuk sebuah struktur kota kuno. Ukuran situs peninggalan Majapahit diperkirakan sekitar 11 x 9 KM.

Sejarah klasik Jawa Timur di bagi menjadi tiga periode. Periode pertama adalah Raja-raja dari Dinasti Kediri yang memerintah sejak abad ke 10 Masehi hingga tahun 1222 M, kemudian di lanjutkan oleh pemerintah Raja-raja Singasari, yang memerintah dari tahun 1222 M hingga tahun 1293 M, dan yang terakhir adalah pemerintahan Raja-Raja majapahit yang berlangsung dari tahun 1293 hingga awal abad 16 Masehi.

Pendiri kerajaan Majapahit adalahRaden Wijaya, dan ia menjadi Raja Pertama dengan gelar Kertajasa Jayawardana. Pada mulanya pusat pemerintahan berada di daerah tarik, oleh karena itu wilayah tersebut banyak tumbuh pohon Maja yang berbuah pahit, maka kerajaan di namakan Majapahit. Raden wijaya mempunyai seorang putra yang bernama Kalagemet. Menurut para Sarjana , Kalagemet adalah putra dari Raden Wijaya dengan Putri dari Melayu di Sumatra yang datang bersama ekspedisi tentara Jawa. Namun sebuah inskripsi menyebutkan bahwa ibu Kalagemet adalah istri dari Raden Wijaya yang pertama. Raden Wijaya memerintah dari tahun 1293 M sampai 1309 M.

Kalagemet menggantikan tahta ayahnya pada usia yang relatif sangat muda. Ia bergelar Jaya Negara. Dalam pemerintahan Jayanegara yang berlangsung pada tahun 1309 M hingga 1328 M banyak terjadi kerusuhan dan pemberontakan, kekacauan tersebut bersumber dari rasa ketidak puasan karena beberapa pengikut yang setia kepada ayahnya dan yang telah berjasa menumpas pemberontakan Jaya Katwang dan yang telah ikut membangun Kerajaan Majapahit, namun telah diabaikan oleh Jayanegara, akhirnya ia dibunuh oleh seorang tabib pribadinya yang bernama Tanca.

Untuk mengatasi kemelut setelah meninggalnya Jayanegara, Raja Patni tampil mengambil alih roda pemerintahan. Raja patni adalah salah satu putri Raja Kertanegara dari Singasari yang menjadi istri Raen Wijaya, jadi ibu tiri Jayanegara. Bersama dengan patihnya yaitu Gajah Mada ia berhasil menegakkan kembali wibawa kerajaan Majapahit, kemudian Raja Ptni setelah mengundurkan diri menjadi pendeta Budha. Pemerintahan di serahkan kepada putrinya yang bernama Tribhuana Wijayatunggo Dewi atau Bhre Kahuripa, namun masih tetap dibawah pengawasan oleh Raja Patni.

Tribhuana Wijayatunggo Dewi di dalam memerintah kerajaan Majapahit yang dibantu oleh Gajah Mada, selama pemerintahannya kerajaan Majapahit mulai menjadi Negara yang berkembang dan termashur baik di kepulauan Nusantara maupun luar Negeri. Pemerintahan Tribuana berakhir ketika ibunyawafattahun 1350 M, selanjutnya putranya yang bernama Hayam Wuruk naik tahta.

Kerajaan Majapahit mencapai jaman keemasan pada pemerintahan Hayam Wuruk. Gajah Mada sebagai patihnya , hingga meninggal pada tahun 1368M, setelah Hayam Wuruk meninggal tahun 1389 M. Negara mengalami kegoncangan karena adanya konflik saudara. Pengganti Hayam Wuruk adalah putrinya yang bernama Kusumawardani yang menikah denganWikramawarddana. Sementara itu Wirabhumi putra Hayam Wuruk dari selir ini menuntuk tahta kerajaan. Untuk mengatasi konflik tersebut ,Majapahit di bagi menjadi dua wilayah yaitu wilayah timur di kauasai oleh Wirabhumi dan wilayah barat di perintah oleh Wikramawarddana bersama Kusumawarddani.

Namun ketegangan hubungan di antara ke dua Raja tersebut masih berlanjut sehingga terjadi perang saudara yang terkenal dengan peristiwa “Paragreg” yang berlangsung dari tahun 1403 M hingga 1406 M. Akhirnya Wikramawarddana mengalami kemenangan, sedangkan Wirabhumi melarikan diri namun berhasil ditangkap. Selanjutnya Negara dipersatukan kembali oleh Wikramawarddana dan ia memerintah Kerajaan Majapahit hingga tahun 1429.

Wikramawarddana diganti oleh putrinya yang bernama Suhita yang memerintah dari tahun 1429M hingga 1447 M. Suhita adalah anak kedua Wikramawarddana dari selir, selir tersebut adalah Wirabhumi, dengan diangkatnya Suhita menjadi Raja akan meredakan persengketaan, pada tahun 1447 M Suhita meninggal dan akhirnya Kertawijaya menggantikannya menduduki tahta kerajaan. Kertawijaya adalah juga putra Wikramawarddana, jadi masih saudara tiri Suhita. Masa pemerintahannya berlangsung singkat sampai dengan tahun 1451 M.

Sepeninggalannya Kertawijaya,Bre Pmotan menjadi Raja yang bergelar Sri Raja Sawarddana dan berkedudukan di Kahuripan. Masa pemerintahanyya berlangsung sikat karena pada tahun 1453 M ia meninggal, kemudian selama 3 tahun Majapahit mengalami “interregnum” akibat dari pertentangan keluarga Raja – Raja Majapahit yang berlarut- larut dan ini menyebabkan pemerintahan Majapahit melemah baik yang berada di pusat maupun di daerah. Barulah pada tahun 1456 M tampil Bhre Wengker untuk memegang pemerintahan Majapahit. Ia adalaj putra Raja Kertawijaya pada tahun 1466 M. Bhre Wengker meninggal dan digantikan Bhre Pandan Salas yang bergelar Singhawikramawarddana. Namun tiba-tiba pada tahun 1468 M. Muncullah Kertabumi yang menyatakan dirinya sebagai penguasa Majapahit. Singhawikramawarddana menyingkir ke Daha dan tetap melangsungkan pemerintahannya.

Kertabumi memerintah di Tumapel, Singhawikramawarddana berputra Rana Wijaya ia menggantikan ayahnya memerintah di Daha dari tahun 1477 M hingga 1519 M, ia mengadakan serangan balasan terhadap Kertabumi dan berhasil mempersatukan kembali kerajaan Majapahit yang terpecah belah karena perang saudara. Ranawijaya bergelar Girindrawarddana. Walaupun demikian , keadaan Majapahit yang telah rapuh dari dalam di sertai timbulnya perkembangan – perkembangan baru didaerah pesisir Utara Jawa yang menyebabkan kekuasaan Majapahit tidak dapat di pertahankan lebih lama lagi.

MIG SHORT TRAVEL
MIG SHORT TRAVEL NGGAK USAH DI BACA NANTI BAPER

Tidak ada komentar untuk "Sejarah Singkat Kerajaan Majapahit"