Perjalanan ke Puncak Pawitra Gunung Penanggungan via Tamiajeng Trawas Mojokerto

 


Gunung Penanggungan adalah salah satu gunung yang berada di wilayah area Hutan Trawas Mojokerto Jawa Timur. Gunung ini terbilang cocok bagi pendaki pemula yang ingin memulai jam terbang untuk mendaki. Penanggungan memiliki beberapa jalur pendakian yang bisa dipilih, yaitu melalui jalur Jolotundo Trawas, Tamiajeng Trawas, Kedungudi Trawas, Wonosunyo Betro Gempol, Kunjorowesi.

Tapi kali ini jalur yang kita bahas adalah melalui jalur Tamiajeng Trawas, salah satu jalur paling favorit selain Jolotundo Trawas. Jalur pendakian Gunung Penanggungan via Tamiajeng, Trawas, Mojokerto memang salah satu jalur pendakian yang paling ramai dikunjungi para pendaki dan sangat cocok bagi kalian pendaki pemula. Gunung Penanggungan mepunyai julukan Miniature Semeru, puncaknya disebut puncak Pawitra yang berarti kabut, karena puncaknya sering kabut. Gunung Penanggungan berada di dua Kabupaten yaitu Pasuruan dan Mojokerto. Mempunyai ketinggian 1.653 MDPL. Gunung Penanggungan merupakan tujuan para pendaki yang tidak mempunyai banyak waktu dan hanya untuk mengobati rasa rindu pada ketingian dan sejuknya kabut.

Pintu masuk basecamp

Jalur menuju pos 1

Penanggungan terdiri dari 4 pos yang bisa disinggahi para pendaki. Dari Basecamp menuju Pos 1 jalur masih landai dengan tipe tracknya berbatu, jalur ini dapat dibilang jalur pemanasan, waktu yang ditempuh dari basecamp ke Pos 1 kurang lebih 30 menit. Jika kalian sudah sampai di Pos 1 terdapat warung, pendaki bisa beristirahat sebentar untuk menghadapi track berikutnya.

Jalur menuju pos 2

Setelah beristirahat di pos 1 kita lanjutkan lagi menuju pos 2. Jalur yang masih berbatu dan sedikit landai diselingi beberapa kali tanjakan kecil menemani perjalanan kita. Untuk sampai di Pos 2 kira-kira butuh waktu 60 menit. Di Pos 2 terdapat shelter kecil bisa digunakan para pendaki beristirahat sejenak.

Setelah melewati Pos 2, jalur pendakian berupa tanah hitam yang keras dan mulai menanjak. Di sarankan lebih berhati-hati saat mendaki pada musim hujan karena jalur ini sangat licin saat musim penghujan. Sebenarnya tidak terlalu jauh untuk jalur dari Pos 2 menuju pos 3, karena jalur mulai mananjak pendaki harus mengatur nafas dan langkah kaki agar tidak kram. Jalur ini sudah sedikit menguji ketahanan para pendaki, apalagi bagi pendaki pemula. Jika pada jalur ini mereka memaksakan langkah, maka di jalur berikutnya kemungkinan akan sedikit sulit karena otot kaki sudah terasa kencang. Untuk sampai Pos 3 kira kira butuh waktu 50 menit. Di Pos 2 terdapat shelter kecil yang dapat digunakan para pendaki beristirahat sejenak.

Setelah melewati Pos 3, Jalur semakin ditembak menanjak dan berkelok, jalur yg dilewati berupa tanah dan bebatuan besar besar dan jalurnya sedikit menyempit, pendaki harus berhati-hati dan berpegangan ranting pohon atau akar pohon yang ada. Untuk memudahkan disarankan membawa tracking pool, sehingga dapat menjaga efektifitas dari badan kita karena pembagian beban yang merata. Dari Pos 3 ke Pos 4 kira-kira butuh waktu 60 menit tergantung fisik pendaki itu sendiri.


Jalur vegetasi menuju puncak bayangan

Setelah melewati Pos 4. Jalur menjadi lebih menanjak, berbatu, terjal, dan sedikit berpasir, jalur sedikit terbuka karena sudah masuk vegetasi. Di jalur ini pendaki sudah melihat keindahan kota jika mendaki saat malam hari. Hati-hati ketika mendaki di jalur ini, karena sering ada batu yang menggelinding dari atas. Setelah berjalan selama 30 menit kita akan tiba di Puncak Bayangan. Puncak Bayangan merupakan lahan terbuka yang luas, tempat dimana para pendaki istirahat untuk mengisi tenaga mempersiapkan diri menuju puncak. Di sini para pendaki dapat mulai mendirikan tenda untuk bermalam sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak. Di puncak banyangan ini pemandangan sangat bagus saat cuaca cerah dapat melihat gagahnya Gunung Arjuno, pada saat malam hari dapat melihat indahnya kota dari ketinggian.



Camp ground puncak bayangan

Sebagian besar pendaki mengincar untuk memulai perjalanan summit atack dari Puncak Bayangan sekitar jam 4:00 dini hari, para pendaki dapat bergegas menuju puncak Gunung Penanggungan untuk memburu kemewahan sunrise di puncak Pawitra. Track menuju puncak Penanggungan cukup menanjak, kemiringan kurang lebih 50 drajat dan vegetasi yang sangat terbuka menjadikan angin leluasa menerpa tubuh pendaki, membuat udara terasa lebih dingin. Di tengah perjalanan, para pendaki akan menemukan sebuah goa yang konon dapat muat sampai 7 orang pendaki. Perjalanan ke puncak Penanggungan butuh waktu sekitar 120 menit tergantung dari fisik pendaki.

Puncak Pawitra


 

Gunung Penanggungan adalah tipe gunung yang tidak memiliki sumber air, jadi untuk para pendaki yang belum pernah naik ke Penanggungan disarankan untuk membawa persediaan air yang cukup untuk kalian naik, istirahat, sampai turun.

MIG SHORT TRAVEL
MIG SHORT TRAVEL NGGAK USAH DI BACA NANTI BAPER

1 komentar untuk "Perjalanan ke Puncak Pawitra Gunung Penanggungan via Tamiajeng Trawas Mojokerto"

Posting Komentar