Coban Tumpak Sewu : Secuil Keindahan Surga yang Tersembunyi di Pojok Lumajang

 


Jika kalian sedang berencana traveling ke Jawa Timur, mampirlah sejenak ke perbatasan Malang dan Lumajang. Daerah perbatasan ini menyimpan secuil surga yang sayang sekali untuk dilewatkan. Tempat tersebut bernama Air Terjun Tumpak Sewu, yang lebih terkenal dengan sebutan Niagara-nya Jawa Timur, terletak di perbatasan antara Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang. Masyarakat sekitar dari kedua kabupaten ini sering menyebutnya Grojogan Sewu, Coban Grojogan Sewu, Coban Tumpak Sewu, atau Coban Sewu.

Air terjun tumpak sewu dari gardu pandang

Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang adalah wisata Air Terjun di Jawa Timur yang saat ini mulai eksis, sehingga masuk kategori destinasi wisata di Jawa Timur yang wajib di kunjungi. Air terjun Tumpak Sewu ini berada di lokasi perbatasan antara kota Malang dan Lumajang, tepatnya terletak di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur. Air Terjun Tumpak Sewu juga termasuk obyek wisata terbaru di Jawa Timur, tapi seiring banyaknya foto di media sosial yang menangkap landskap coban tumpak sewu ini dari berbagai sisi, semakin menarik traveler dari dalam maupun luar negeri, bahkan saat ini menjadi masuk tempat wisata populer bagi wisatawan lokal, mancanegara (pecinta travelling), khususnya pecinta Waterfall tour.

Sebelumnya air terjun ini disembunyikan oleh warga sekitar dari media sosial maupun dari orang-orang luar, dikarenakan rasa khawatir masyarakat jika nantinya tempat tersebut menjadi tidak terawat seperti Goa Tetes yang lokasinya berdekatan bahkan masih satu jalur dengan Air Terjun Tumpak Sewu. Mulai tahun 2015 warga perlahan sadar dan percaya setelah pemerintah mulai memperhatikan tempat Wisata Alam B29 di Lumajang, sehingga Tumpak Sewu menjadi potensial. Akhirnya Tumpak Sewu yang juga disebut Coban Sewu ini mulai menjadi perbincangan sekaligus menjadi destinasi utama wisatawan lokal dan asing yang sedang melakukan liburan di Lumajang, Jawa Timur.

Gapura masuk ke wilayah pintu masuk air terjun

Akses Menuju Coban Sewu Lumajang jika berangkat dari Malang, bisa memilih rute perjalanan Bululawang – Dampit – Tirtomoyo – Pronojiwo yaitu perbatasan Lumajang dan Malang. Setelah sampai di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, wisatawan akan melihat pintu masuk obyek wisata air terjun Tumpak Sewu di tepi jalan. Wisatawan bisa langsung parkir di tempat wisata air terjun Tumpak Sewu. Dan untuk menikmati Coban Sewu, tentunya kita membutuhkan cara dan tips, sekaligus persiapan yang matang dan yang perlu kita perhatikan adalah, bahwasannya Tumpak Sewu sangat berbeda dengan wisata Air Terjun lainnya yang mempunyai akses yang relatif bagus.

Gardu pandang tumpak sewu

View dari gardu pandang

Melipir tebing untuk menuju ke bawah

Spot foto sebelum air terjun

Area air terjun dari bawah

Untuk menuju ke Lokasi Air Terjun, kita harus menyebrangi dan menyusuri sungai dengan kemiringan yang cukup membuat kita terpleset dan jatuh. Selain itu kita harus naik turun tebing licin penuh lumut, dengan fasilitas tangga bambu seadanya tanpa ada tali pengaman, bahkan jika kita mengambil jalur gua tetes, kita harus menaiki tebing dengan bantuan tangga vertikal. tentu kita harus ekstra berhati-hati. Air Terjun ini tergolong wisata ekstrim yang identik dengan petualangan. Beberapa persiapan sebelum ke Air Terjun ini adalah jangan lupa membawa sendal atau sepatu outdoor karena jalannya naik turun tebing-tebing yang curam serta medan batuan cadas, berlumut dan sangat licin. Jangan lupa juga memakai jasa tour guide, dan jangan lupa juga untuk menyimpan sekaligus mengamankan alat elektronik dengan tas plastik atau alat yang tidak dapat di tembus oleh air, karena selama kita menyusuri sungai pegunungan desiran angin kencang membawa butiran-butiran Air Terjun menerpa, sehingga membasahi kita. Tapi jika kita sudah sampai di lokasi air terjun, semua kerja keras perjalanan kita akan terbayar lunas.

MIG SHORT TRAVEL
MIG SHORT TRAVEL NGGAK USAH DI BACA NANTI BAPER

Tidak ada komentar untuk "Coban Tumpak Sewu : Secuil Keindahan Surga yang Tersembunyi di Pojok Lumajang"