Antusiasme Masyarakat dalam Car Free Day di Kota Malang

Car
Free Day, adalah
salah satu bentuk menjaga lingkungan yang di usung oleh pemerintah kota Malang.
Car Free Day ini diresmikan oleh
Pemerintah Kota Malang pada tahun 2011. Dimana pada setiap acara disini
terdapat beberapa sosialisasi-sosialisasi terhadap masyarakat tentang
pentingnya menjaga lingkungan. Aksi ini sengaja dipertunjukkan di muka umum
bertepatan pada moment Car Free Day
yang bagaimana Car Free Day ini
adalah sebagai salah satu aksi Go Green. Disini menggambarkan bagaimana ivent Car Free Day ini bukan sebagai ajang
olah raga saja, tapi juga sebagai ajang untuk sosialisasi mengenai pentingnya
menjaga lingkungan. Aksi-aksi ini terpengaruhi dari isu-isu Global Warming
(Pemanasan Global) sehingga muncul gerakan-gerakan sosial penjagaan lingkungan
atau Go Green dengan berbagai bentuk yang salah satunya adalah Car Free Day ini.
Setiap acara Car Free Day ini digelar terdapat beberapa komunitas yang sengaja
mempertontonkan beberapa sosialisasi tentang lingkungan. Seperti kelompok dari Earth Hour yang disosialisasikan oleh
beberapa orang laki-laki, kelompok ini menyuarakan betapa berbahayanya sampah
plastik, mereka menunjukkannya dengan sebuah tulisan “1 plastik terurai 1000
tahun”, dengan berpakaian dari sampah-sampah plastik. Sebuah sosialisasi juga
ditunjukkan oleh beberapa mahasiswa yang pro fauna, dimana disini ditekankan
tidak boleh membeli satwa liar atau langkah. Kedua sosialisasi ini dibungkus
dalam acara Car Free Day , sehingga
momen seperti ini dirasa sangat pas untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat
terhadap lingkungan.
Dari beberapa sosialisasi dalam acara Car Free Day ini menunjukkan bagaimana
sikap masyarakat terhadap acara ini. Antusias masyarakat tergambarkan dalam
setiap acara ini digelar masyarakat berbondong-bondong pada setiap paginya
datang untuk mengikuti setiap rangkaian acara Car Free Day ini. Partisipasi masyarakat ini sangat terdukung
dengan fasilitas yang ada seperti jalan dan taman yang tertata rapi, juga
tersedianya pusat perbelanjaan yang “Wisata Belanja Tugu” yang letaknya berada
dalam area Car Free Day.
Partisipasi masyarakat ini sebenarnya
bukan dikarenakan hal kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan atau
kesehatan tubuh. Tapi, mayoritas acara ini digelar sebagai bentuk hiburan
dengan bentuk lain oleh masyarakat, yang esensinya adalah sebuah penyuluhan
atau sosialisasi menjaga lingkungan terhadap polusi yang diselenggarakan oleh
pemerintah kota. Ada sebuah pemaknaan lain mengenai acara ini, sebuah kesalahan
persepsi mengenai esensi dari acara Car
Free Day. Bagaimana seharusnya acara ini adalah sebuah bentuk kesadaran
dalam menjaga lingkungan dan menjaga kesehatan tubuh, tapi dalam
pengaplikasiannya acara ini terlihat menjadi sebuah tempat pariwisata dan hiburan
bagi masyarakat.
Memang secara tidak sadar masyarakat
dikonstruksi untuk ikut menjaga lingkungan dengan tidak berpolusi dalam satu
area selama beberapa jam. Dengan disuguhi berbagai rangkaian acara seperti
senam dan pertunjukan juga fasilitas belanja yang menambah daya tarik acara
ini. Mungkin jika tidak ada fasilitas pasar perbelanjaan tersebut minat
masyarakat untuk mengikuti Car Free Day
ini akan lebih sedikit dibanding sekarang. Jika kita amati semua kegiatan yang
lebih banyak dilakukan oleh masyarakat ketika mengikuti acara Car Free Day ini adalah kegiatan belanja
dalam pasar. Disini menunjukkan bagaimana tempat pagelaran acara Car Free Day di kota Malang ini sangat
strategis, dengan dukungan tempat juga fasilitas.
Antusiasme masyarakat untuk mengikuti
acara ini juga terlihat dari banyaknya masyarakat kota Malang yang menikmati
area Car Free Day sejak dibuka pada
pukul 05.00 wib hingga 10.00 wib setiap hari Minggu-nya. Mereka berduyun-duyun
ke Jalan Ijen untuk melakukan berbagai aktifitas seperti bersepedah, bertemu
dengan komunitas-komunitas, atau sekedar jalan-jalan. Hal ini terlihat dari
banyaknya aktifitas yang terlihat di area sepanjang Jalan Ijen tersebut.
Beberapa kelompok kaum muda berbaur menjadi satu, ada yang jalan-jalan,
bersepedah, lari, senam, dan lain sebagainya. Mereka para anak muda menggunakan
event Car Free Day ini sebagai ajang
kopi darat dan menyelenggarakan pertemuan rutin bagi tiap-tiap komunitas yang
ada di Malang. Terlebih bagi sekumpulan anak muda yang membentuk komunitas berdasarkan
hobby dan kegemaran masing-masing seperti komunitas pecinta musang, komunitas
pecinta ular, komunitas pecinta iguana, komunitas music dan lain sebagainya.
Tidak hanya anak muda saja yang menikmati Car
Free Day. Para ibu-ibu dan bapak-bapak hingga yang berusia lanjut juga
mengikuti acara yang diprakarsai oleh salah satu surat kabar harian di Kota
Malang bersama Polresta Malang dan Pemkot Malang. Setiap hari Minggu pagi di
salah satu sudut jalan Ijen digunakan sebagai arena senam bersama yang diikuti
oleh ratusan hingga ribuan peserta. Selama 1-2 jam instruktur senam memandu
peserta untuk beraerobik dan membakar karbohidrat. Semua ini adalah bentuk
partisipasi dan antusiasme masyarakat dalam mengikuti acara Car Free Day ini.
Dari semua bentuk partisipasi
masyarakat ini menunjukkan bagaimana Car
Free Day ini bisa diterima oleh masyarakat luas dan partisipasi masyarakat
juga sangat bagus. Masyarakat menunjukkan penerimaannya dengan berbagai
kegiatan yang mereka lakukan disana, mulai dari yang bersifat hiburan sampai
yang bersifat edukasi. Pembungkusan Car
Free Day yang seperti sebuah tempat berwisata atau berlibur ini menjadi
sebuah daya tarik masyarakat tersendiri, walaupun esensi dari Car Free Day ini sendiri adalah
bertujuan untuk mengajak masyarakat menjaga lingkungan, tapi hanya sedikit
masyarakat yang sadar akan esensi sebenarnya tentang Car Free Day ini.

Tidak ada komentar untuk "Antusiasme Masyarakat dalam Car Free Day di Kota Malang"
Posting Komentar