Ranu Kumbolo, Spot Camping dan Prasastinya yang Melegenda
Nama
Ranu Kumbolo di kalangan para pecinta alam sudah tidak asing lagi. Karena
menjadi lokasi favorit untuk mendirikan tenda dan menikmati alam yang luar
biasa. Banyak orang yang menjuluki Ranu Kumbolo sebagai “Surganya Gunung Semeru”.
Ranu Kumbolo ialah sebuah danau air tawar yang ada dalam wilayah pemerintah
Kabupaten Lumajang, Jawa Timur yang terdapat di Pegunungan Tengger, di kaki
Gunung Semeru. Danau ini memiliki luas area kurang lebih 15 H. Lokasi Ranu
Kumbolo berada di dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS),
tepatnya berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Rute Menuju Ranu Kumbolo
Tahap
awal menuju Rute dan jalur pendakian ke Ranu Kumbolo adalah dengan melewati
desa kecil bernama desa Ranu Pani. Dari desa Ranu Pani kita akan mulai
perjalanan menuju Ranu Kumbolo. Sebelumnya rute pertama kalian harus memulai
perjalanan dari kota Malang atau dari Surabaya menuju Tumpang. Perjalanan dapat
ditempuh dengan bantuan kendaraan pribadi dengan kisaran waktu sekitar 1,5 jam
dari Kota Malang. Setelah tiba di desa Tumpang, kalian langsung melanjutkan perjalanan
ke danau pani dengan sewa kendaraan jeep atau kendaraan pribadi sampai ke desa
ranu pani. Setelah sampai di desa ini barulah perjalalanan pendakian anda akan
dimulai.
Sesampainya
di desa Ranu Pani inilah kalian dapat melakukan pendaftaran untuk mendaki dan
diberikan ke pos pemeriksaan yang berada di desa tersebut. Setelah itu lanjutkan
perjalanan ke Danau Ranu Kumbolo atau ke Gunung Semeru. Tahap awal kalian akan
disuguhi jalan aspal setelah itu kalian akan memasuki kawasan hutan yang mulai
berkelok tetapi belum terlalu menanjak. Kurang lebih perjalanan sampai ke Danau
Ranu Kumbolo adalah 4 jam dari pos awal dengan jalan santai. Keindahan danau
ditempat ini sangat cocok untuk beristirahat dan memulai untuk berkemah dan
bermalam. Semua fenomena milky way ranu kumbolo juga dapat kalian saksikan di
sini, sehingga anda akan mempersiapkan kondisi anda yang lebih baik saat akan
melakukan pendakian ke Gunung Semeru jika anda berniat untuk mendaki. Tapi jika
anda hanya ingin menikmati indahnya Ranu Kumbolo sepertinya sudah cukup untuk
kalian yang ingin healing dari aktifitas kalian yang padat.
Prasasti Ranu Kumbolo
Jika
kalian bermalam di Ranu Kumbolo, di dekat shelter kalian akan menemui sebuah
prasasti yang dipagari besi. Prasasti bersejarah ini mulai terbentuk ratusan tahun
lampau dan bertautan dengan pendakian kala itu ketika ada seorang raja dari
Kerajaan Kadiri, bernama Prabu Kameswara. Ia memerintah sekitar tahun
1180-1190-an, dengan bergelar Sri Maharaja Sri Kameswara Triwikramawatara
Aniwariwirya Anindhita Digjaya Uttungga dewa. Prasasti ini terletak di tepi
Ranu Kumbolo dengan tulisan jawa kuno yang masih sangat jelas.
prasasti
berangka tahun 1182 Masehi yang dikenal dengan nama Prasasti Ranu Kumbolo ini,
disebutkan "Ling Deva Pu Kameswara
Tirthayatra". Tirthayatra
berasal dari kata Tirtha dan Yatra. Tirtha merupakan air sakral, Yatra
berarti perjalanan spiritual. Sehingga Tirthayatra
memiliki artian perjalanan spiritual menuju air yang sakral.
Air
yang sakral ini merujuk pada Ranu Kumbolo sebagai satu-satunya air yang
terlihat di sekitar prasasti tersebut. Dari prasasti ini diketahui bahwa sejak
jaman lampau Lumajang khususnya Semeru sudah dikenal sebagai daerah tujuan
kunjungan spiritual. Adapun prasasti Ranu Kumbolo saat ini masih berada di tepi
Ranu Kumbolo. Ranu Kumbolo sendiri merupakan danau air tawar yang berada di
lereng Gunung Semeru. Ranu Kumbolo menjadi tempat transit sekaligus camp area
para pendaki Gunung Semeru yang dapat ditempuh dari pos pendakian Ranu Pane.
Catatan
perjalanan spiritual menuju gunung suci yang tak mudah ini juga ditemukan di
jalur-jalur pendakian, di mana banyak punden berundak, prasasti, dan petilasan
yang ditemukan. Prasasti sejenis sebagai catatan perjalanan spiritual pernah
ditemukan antara lain di Desa Gubugklakah dan Poncokusumo (Malang) serta
Kecamatan Senduro, Lumajang.
Harga tiket masuk menuju Ranu Kumbolo sekitar Rp. 47.000,- per orang
Harga sewa jeep untuk sekali jalan sekitar Rp. 650.000,-

Kabar menariknya sekarang pendakian semeru mau dibuka lagi ... alhamdulillah
BalasHapus