Museum Majapahit Trowulan Mojokerto : Deskripsi dan Sejarah Singkatnya


Museum dulu (1931) dan sekarang

Kata Museum merupakan reduplikasi dari kata Yunani klasik “Mouseon” yaitu bangunan suci sebagai pemujaan kepada Sembilan Dewa Seni dan Ilmu Pengetahuan Yunani Kuno. Sedangkan pengertian Museum sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1995, museum adalah lembaga tempat penyimpanan, perawatan, pengamanan dan pemanfaatan benda-benda materiil hasil budaya manusia serta alam dan lingkungannya guna menunjang upaya perlindungan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa. Dengan demikian museum terbuka untuk umum, khususnya untuk tujuan pendidikan dan rekreasi. Oleh karena itu, selain memelihara koleksi museum juga memamerkan koleksinya untuk masyarakat umum sesuai hasil riset dari museum.

Museum Trowulan adalah museum arkeologi yang terletak di kecamatan Trowulan, Mojokerto. Museum ini dibangun untuk menyimpan berbagai artefak dan penemuan arkeologi yang di temukan di sekitar wilayah Trowulan. Museum Majapahit merupakan salah satu tempat bersejarah yang ada di wilayah Indonesia yang berkaitan dengan sejarah kerajaan Majapahit. Kebanyakan dari koleksi museum ini berasal dari masa kejayaan Majapahit, akan tetapi koleksinya juga mencakup berbagai era sejarah di Jawa Timur seperti masa kerajaan Kahuripan, Kediri dan Singasari. Museum ini merupakan museum yang memiliki koleksi artefak yang berasal dari kerajaan Majapahit terlengkap di Indonesia.

Deskripsi Museum Majapahit

Museum Majapahit terletak di Museum Majapahit terletak di wilayah Dusun Trowulan, Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan. Museum ini merupakan museum istimewa, karena 80% koleksinya adalah peninggalan zaman Kerajaan Majapahit. Dalam pelajaran sejarah, Majapahit disebut sebagai kerajaan besar di Asia Tenggara yang berdiri pada 12 November 1293 dan bertahan selama 2 abad, dari abad ke – 13 hingga abad ke – 15. Ketika dipimpin oleh Gadjah Mada dan Hayam Wuruk, kerajaan ini mengalami masa kejayaannya sehingga berekspansi ke Malaysia dan Thailand.

Museum ini dapat dicapai melalui jalan raya Trowulan atau jalan kecamatan tepat di seberang Kolam Segaran. Museum Majapahit awalnya bernama Museum Purbakala Trowulan didirikan oleh RAA Kromojoyo Adinegoro (Bupati Mojokerto sebelum Indonesia Merdeka) bersama Henricus Maclaine Pont (arsitek asal Belanda lulusan Technische Hogeshool Delft / THD) pada tahun 1942 dengan tujuan untuk menampung artefak hasil penelitian arkeologi di sekitar Trowulan. Pada tanggal 24 April 1924 mendirikan Oudheeidkundige Vereeneging Majapahit ( OVM ). Perkumpulan ini secara aktif melakukan penelitian arkeologi tentang keberadaan Istana Majapahit. Kantor OVM menempati sebuah gedung di Jalan Raya Trowulan yang juga menjadi tempat tinggal Henricus Maclaine Pont beserta keluarganya. OVM yang dipimpin Henricus Maclaine Pont cukup berhasil menyibak keanekaragamanpeninggalan Kerajaan Majapahit. Benda – benda penemuan dikumpulkan di kantor OVM. Karena jumlah penemuannya terus bertambah, maka pada tahun 1926, Bupati RAA Kromojoyo Adinegoro menginstruksikan untuk membangun gedung baru guna menampung sejumlah peninggalan Kerajaan Majapahit. Gedung baru inilah yang merupakan cikal bakal Museum Majapahit yang waktu itu terkenal dengan Museum Purbakala Trowulan. Namun, setelah pergantian kekuasaan dari penjajahan Belanda ke penjajahan Jepang, Henricus Maclaine Pont yang sebelumnya cukup berjasa dalam melestarikan peninggalan Kerajaan Majapahit, ditawan Jepang karena berkewarganegaraan Belanda. Akhirnya, Museum Trowulan pun ditutup. Barulah pada tahun 1943 atas perintah Prof. Kayashima, pemimpin Kantor Urusan Barang Kuno ( KUBK ) di Jakarta, Museum Trowulan dibuka kembali.

Saat ini, setelah Indonesia Merdeka, Museum Trowulan dikelola oleh Pemerintah di bawah naungan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, museum ini mulai dikenal sebagai Balai Penyelamat Arca karena fungsi utamanya untuk menyelamatkan artefak – artefak tinggalan purbakala yang didominasi tinggalan berupa arca.

Ruang Pamer


Pendopo

Ruang museum dibagi 2 ( dua ) bagian;

  1. Ruang Pamer, digunakan untuk memamerkan artefak berukuran relatif kecil, missal : mata uang, senjata, prasasti, alat musik, dan peralatan rumah tangga.
  2. Pendopo, digunakan sebagai tempat pamer artefak berukuran relatif besar dan berat seperti arca, relief, kala, yoni, dan lain – lain.

Dalam perkembangannya, Museum Trowulan yang berada di bawah pengawasan Kantor Lembaga Peninggalan Purbakala Nasional ( KLPPN ) Cabang II di Mojokerto tidak hanya mengumpulkan barang-barang peninggalan Kerajaan Majapahit asal Trowulan, tapi juga peninggalan – peninggalan kerajaan dari daerah lain. Karena itu jumlah koleksi Museum Trowulan pun makin meningkat dan akhirnya tidak muat lagi. Kemudian dibangunlah gedung baru berlantai dua di sebuah lapangan, yang oleh masyarakat dikenal dengan nama Lapangan Bubat, dengan luas areal 57.255 meter persegi. Sejak 1 Juli 1987 barang-barang dari museum lama dipindah ke gedung baru yang jaraknya sekitar 2 km. Di lokasi inilah Museum Trowulan berdiri sampai sekarang, bernama Museum Majapahit.

Museum Bagian Luar

Sejarah Singkat Museum Majapahit

Kota kuno di Trowulan ditemukan pada abad ke-19. Sir Thomas Stamford Raffles, gubernur jenderal Jawa antara tahun 1811 sampai tahun 1816 melaporkan keberadaan reruntuhan candi yang tersebar pada kawasan seluas beberapa mil. Saat itu kawasan ini ditumbuhi hutan jati yang lebat sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan survei yang lebih terperinci.

Keperluan mendesak untuk mencegah penjarahan dan pencurian artefak dari situs Trowulan adalah alasan utama dibangunnya semacam gudang penyimpanan sederhana yang akhirnya berkembang menjadi Museum Trowulan. Museum ini didirikan oleh Henri Maclaine Pont, seorang arsitek Belanda sekaligus seorang arkeolog, serta berkat peran Bupati Mojokerto, Kanjeng Adipati Ario Kromodjojo Adinegoro.

Museum baru secara resmi dibuka pada tahun 1987. Bangunan museum ini mencakup lahan seluas 57.625 meter persegi, bangunan ini menampung koleksi Museum Trowulan lama serta berbagai arca batu yang sebelumnya disimpan di Museum Mojokerto.

Pembangunan museum baru telah diajukan di kawasan ini dan lokasi tersebut telah diusulkan untuk menjadi kawasan Warisan Dunia UNESCO. 

MIG SHORT TRAVEL
MIG SHORT TRAVEL NGGAK USAH DI BACA NANTI BAPER

Tidak ada komentar untuk "Museum Majapahit Trowulan Mojokerto : Deskripsi dan Sejarah Singkatnya"